{"id":1898,"date":"2024-02-23T14:40:00","date_gmt":"2024-02-23T07:40:00","guid":{"rendered":"https:\/\/mursmedic.com\/?p=1898"},"modified":"2026-04-14T09:43:05","modified_gmt":"2026-04-14T09:43:05","slug":"perbedaan-hand-sanitizer-dan-antiseptik-mana-yang-lebih-efektif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mursmedic.com\/tl\/perbedaan-hand-sanitizer-dan-antiseptik-mana-yang-lebih-efektif\/","title":{"rendered":"Perbedaan hand sanitizer dan Antiseptik, mana yang lebih efektif?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Virus dan bakteri ada di mana-mana. Oleh karena itu, kita dihimbau untuk selalu memastikan kondisi tangan dalam keadaan bersih dan steril terutama saat akan menyentuh makanan. Cara yang bisa kita lakukan adalah dengan mencuci tangan sebelum makan dengan sabun untuk mematikan virus dan bakteri. Namun, bagaimana jika Anda tidak dapat menemukan air dan sabun di jam makan Anda?<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda bisa mengantisipasi hal ini dengan menggunakan antiseptik atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hand sanitizer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sebagai pengganti air dan sabun untuk membunuh kuman yang menempel di tangan. Kedua antiseptik ini memang sering dianggap sama. Namun ternyata, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hand sanitizer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan antiseptik memiliki perbedaan yang cukup mencolok, lho!<\/span><\/p>\n<h2><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Perbedaan <\/b><b><i>Hand Sanitizer<\/i><\/b><b> dan Antiseptik\u00a0<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Antiseptik atau desinfektan bekerja dengan cara memperlambat atau menghentikan pertumbuhan mikroorganisme, seperti virus, jamur, dan bakteri yang menempel pada seluruh permukaan. Produk-produk antiseptik kerap kali Anda jumpai di rumah sakit, klinik kesehatan atau wilayah medis lain untuk menjaga ruangan tetap steril serta mencegah risiko yang mungkin muncul saat tindakan medis dilakukan. Beberapa jenis antiseptik, antara lain cairan pembersih mulut, sabun pembersih tangan, dll.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika menilik dari cara penggunaannya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hand sanitizer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan antiseptik cukup berbeda. Antiseptik biasanya dipakai untuk membersihkan permukaan benda dari virus atau kuman. Cara pakainya pun cukup disemprotkan saja di permukaan benda, seperti meja, gagang toilet, saklar lampu, permukaan gelas, remot, saklar lampu, mainan anak, dll. Kemudian, Anda cukup melap permukaan tersebut dengan kain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">microfiber<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> agar lebih efektif untuk menyapu virus dan kuman.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hand sanitizer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat digunakan untuk membersihkan permukaan tangan dari kuman dan virus yang menempel agar tidak ikut masuk ke tubuh bersama makanan yang Anda makan. Cara menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hand sanitizer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pun mudah, Anda cukup menyemprotkannya ke telapak tangan Anda.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><\/h2>\n<h2><b>Kapan Waktu yang Tepat untuk Menggunakan <\/b><b><i>Hand Sanitizer<\/i><\/b><b> dan Antiseptik?\u00a0<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara frekuensi, antiseptik cukup digunakan sehari sekali saja. Perhatikan petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan agar lebih aman, ya. Sedangkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hand sanitizer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat Anda gunakan lebih sering, seperti dan bisa Anda bawa ke mana-mana. Anda dapat menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hand sanitizer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">saat Anda akan makan. Agar lebih praktis, simpan cairan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hand sanitizer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ke dalam wadah botol <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sprayer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kecil untuk memudahkan dibawa ke mana-mana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hand sanitizer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, pastikan Anda memperhatikan beberapa hal berikut ini, ya:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> hand sanitizer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sebelum Anda memakan makanan Anda<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hand sanitizer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> setelah Anda mengelap hidung saat bersin atau batuk, baik secara disengaja maupun tidak.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hand sanitizer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk mensterilkan tangan Anda setelah berkunjung ke rumah sakit<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika Anda kesulitan menemukan air dan sabun untuk cuci tangan, gunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hand sanitizer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan kandungan 60% alkohol agar dapat berfungsi efektif.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski praktis, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hand sanitizer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak direkomendasikan untuk tangan Anda yang sedang kotor dan sangat berminyak karena ini hanya membantu membersihkan telapak dan punggung tangan yang hanya ada di permukaan saja. Agar lebih aman, Anda dapat segera mencari air mengalir dan sabun, lalu cuci tangan Anda selama 20 detik untuk mematikan virus dan kuman.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><\/h2>\n<h2><b>Kandungan yang Terkandung dalam <\/b><b><i>Hand Sanitizer<\/i><\/b><b> dan Antiseptik\u00a0<\/b><\/h2>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbedaan Antiseptik dan Hand Sanitizer dapat dilihat dari seberapa banyak kandungan alkoholnya. Keduanya menggunakan alkohol sebagai bahan dasar untuk mebunuh kuman, hanya saja antiseptik menggunakan alkohol etanol (alkohol murni) atau isopropanol. Sedangkan hand sanitizer, umumnya menggunakan alkohol etanol (alkohol murni) atau isopropanol, n-propanol, atau campuran keduanya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kadar alkohol pada antiseptik cenderung lebih tinggi, yakni sekitar yaitu 60% &#8211; 90%. Namun, pada hand sanitizer, kadar alkoholnya cenderung lebih rendah, yaitu 60% &#8211; 80% untuk menghindari efek samping yang ditimbulkan pada tangan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu dia beberapa perbedaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hand sanitizer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan antiseptik yang harus Anda tahu. Jangan sampai salah pakai, ya!<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Virus dan bakteri ada di mana-mana. Oleh karena itu, kita dihimbau untuk selalu memastikan kondisi tangan dalam keadaan bersih dan steril terutama saat akan menyentuh makanan. Cara yang bisa kita lakukan adalah dengan mencuci tangan sebelum makan dengan sabun untuk mematikan virus dan bakteri. Namun, bagaimana jika Anda tidak dapat menemukan air dan sabun di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1900,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[56],"tags":[],"countries":[50],"class_list":["post-1898","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","countries-indonesia"],"blocksy_meta":[],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mursmedic.com\/tl\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1898","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mursmedic.com\/tl\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mursmedic.com\/tl\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mursmedic.com\/tl\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mursmedic.com\/tl\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1898"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mursmedic.com\/tl\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1898\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2415,"href":"https:\/\/mursmedic.com\/tl\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1898\/revisions\/2415"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mursmedic.com\/tl\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1900"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mursmedic.com\/tl\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1898"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mursmedic.com\/tl\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1898"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mursmedic.com\/tl\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1898"},{"taxonomy":"countries","embeddable":true,"href":"https:\/\/mursmedic.com\/tl\/wp-json\/wp\/v2\/countries?post=1898"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}