{"id":1874,"date":"2024-02-19T14:21:11","date_gmt":"2024-02-19T07:21:11","guid":{"rendered":"https:\/\/mursmedic.com\/?p=1874"},"modified":"2026-04-14T09:43:27","modified_gmt":"2026-04-14T09:43:27","slug":"10-alat-alat-medis-yang-sering-digunakan-di-rumah-sakit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mursmedic.com\/tl\/10-alat-alat-medis-yang-sering-digunakan-di-rumah-sakit\/","title":{"rendered":"10 Alat-alat Medis yang Sering Digunakan di Rumah Sakit"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ada di rumah sakit, klinik, atau fasilitas kesehatan, tentu Anda pernah melihat beberapa peralatan medis di rumah sakit yang digunakan oleh tenaga medis, baik dokter maupun suster untuk memeriksa dan menangani kondisi pasien. Bahkan, kadang-kadang peralatan medis rumah sakit ini juga ditempatkan di ruang IGD atau ruang utama pemeriksaan pasien. Semua alat medis rumah sakit ini termasuk fasilitas yang wajib disediakan oleh para tenaga medis untuk pasien.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ada 10 (sepuluh) alat medis di rumah sakit yang dapat Anda jumpai ketika Anda berada di rumah sakit. Simak penjelasannya baik-baik, ya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>1. Stetoskop\u00a0<\/b><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Stetoskop adalah suatu alat yang umum kita jumpai di rumah sakit. Peralatan medis ini biasanya digunakan oleh dokter untuk mengecek kondisi pasien. Pasalnya, alat ini dapat mendeteksi getaran volume rendah yang ada di dalam diri seseorang, seperti detak jantung, usus, suara denyut vena, hingga janin yang ada di perut ibu agar bisa sampai ke telinga dokter atau tenaga medis yang bertugas.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya, stetoskop terdiri dari dua penutup telinga atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">earpieces<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang terhubung melalui semacam kabel yang ditempelkan ke kulit pasien, sehingga suara detak jantung, suara vena, suara usus, dan suara bervolume rendah yang tidak terdengar telinga dapat didengar melalui stetoskop. Dan alat medis stetoskop biasanya menjadi ciri khas atau simbol dari para tenaga medis yang bertugas.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>2. Alat Cek Kadar Diabetes\/Gula Darah<\/b><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penderita gula darah atau diabetes pasti tidak asing dengan alat yang biasa digunakan untuk mengecek kadar gula dalam darah. Pasalnya, alat ini begitu penting untuk memantau kondisi gula dalam darah seseorang. Adanya alat ini di rumah sakit dapat membantu tenaga medis untuk memeriksa pasien dengan keluhan intensitas buang air yang cukup kecil, berat badan yang menyusut cepat, mudah kesemutan, dan beberapa ciri lain pada penderita diabetes.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alat yang mampu mendeteksi kadar gula dalam darah ini dapat digunakan sesuai tiga fungsi utamanya, yakni dapat mengukur berapa banyak kadar asam urat seseorang, kolesterol yang terkandung dalam darah, dan yang terpenting dapat memeriksa kadar gula darah seseorang, agar pencegahan dapat dilakukan lebih awal atau pasien yang terkena diabetes dapat diobati sesegera mungkin.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>3. Termometer<\/b><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ada pasien dengan kondisi demam di UGD rumah sakit, pasti tenaga medis bersegera mengeluarkan termometer untuk mengukur dan memantau kondisi suhu tubuh pasien. Sisi ujung termometer ini nantinya akan dimasukkan ke dalam mulut di bawah lidah untuk memastikan suhu oral, di bawah suhu ketiak untuk memantau suhu aksila, ke dalam rektum melalui anus untuk memantau suhu rektal, ke dalam telinga untuk memantau suhu timpani, atau di dahi untuk mengecek suhu sementara tubuh seseorang.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ada berbagai jenis termometer yang dapat ditemukan di alat medis rumah sakit. Beberapa di antaranya adalah termometer air raksa, termometer digital, termometer kristal cair, hingga termometer inframerah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b><i>4. Nebulizer<\/i><\/b><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat seseorang terkena penyakit yang menyerang paru-parunya, maka dokter akan segera mengeluarkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nebulizer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk membantu pasien mendapatkan obat dalam bentuk aerosol melalui corong yang berfungsi sebagai masker (mouthpiece). Alat medis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nebulizer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bekerja dengan memberikan obat secara langsung melalui aerosol ke dalam paru-paru manusia yang fungsinya dapat meminimalkan efek yang mungkin muncul dan dialami oleh tubuh.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nebulizer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> hanya digunakan untuk pasien dengan gejala paru-paru, seperti asma atau penyakit saluran pernapasan lain yang menyangkut Penyakit Baru Obstruktif atau PPOK, seperti bronkiektasis, fibrosis sistik, hingga infeksi yang menyerang paru-paru akut.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>5. Tensimeter<\/b><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Manusia memiliki tekanan darah yang dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti intensitas pekerjaan berat, konsumsi kafein, obat-obatan, dan lainnya. Tekanan darah pada seseorang dapat merepresentasikan tinggi rendahnya darah seseorang.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, tekanan darah normal seseorang yang mencapai umur dewasa pada batas sistolik berada di angka 100-130 mmHg, sedangkan pada tekanan diastolik berada di angka 60-90 mmHg.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tensimeter yang digunakan oleh rumah sakit dibagi menjadi 3 macam, meliputi Tensimeter Aneroid, Tensimeter Air Raksa, dan Tensimeter Digital.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>6. Alat Pengukur <\/b><b><i>Expiratory Flow Rate<\/i><\/b><b> atau <\/b><b><i>Peak Flow Meter<\/i><\/b><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alat medis Peak Flow Meter digunakan untuk mengukur baik atau buruknya kondisi udara dari dalam paru-paru seseorang. Alat ini biasanya digunakan oleh pasien penderita asma karena alat ini dapat mendeteksi dan mengenali gejala yang sering muncul akibat infeksi saluran pernapasan, seperti asma. Alat ini juga dapat mencegah kemungkinan munculnya gejala asma atau serangan saluran pernapasan lain.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b><i>7. Pulse Oximeter<\/i><\/b><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alat medis dengan ukuran kecil ini dapat mengukur kadar oksigen dalam darah. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pulse Oximeter<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau Oksimeter ini dapat membantu dokter memeriksa kondisi seseorang dengan kondisi sesak napas, gelisah, dan tubuh pasien yang terlihat melemah sebelum akhirnya pasien mengalami pemburukan kondisi.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Normalnya, kadar oksigen seseorang berada di angka 95% hingga 100%. Jika seseorang berada di angka 95% atau lebih rendah, maka seseorang tersebut harus diwaspadai kondisinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Oximeter<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bekerja dengan menggunakan sensor cahaya merah yang ditempatkan pada ujung jari atau daun telinga seseorang tanpa membuat seseorang merasa sakit (non-invasive).<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b>8. Kateter<\/b><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kateter adalah alat yang terbuat dari pipa yang dari material logam atau material plastik atau karet yang akan dimasukkan ke tubuh seseorang melalui uretra dalam salurah kemih. Alat medis ini akan dipasangkan kepada pasien yang mengalami kondisi sulit buang air besar atau kecil, seperti sakit yang membutuhkan untuk berbaring atau ibu yang melahirkan melalui C-Section.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b><i>9. Infuse Set<\/i><\/b><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seseorang dengan kondisi sakit dan tidak dapat makan atau mencerna makanan akan dipasangkan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Infuse Set<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> agar tubuh tidak menjadi lemah. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Infuse se<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">t ini berfungsi untuk memasukkan nutrisi ke dalam tubuh seseorang melalui cairan yang dialirkan melalui selang.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Alat medis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Infuse Set<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terdiri dari selang dan jarum suntik yang cairannya melalui pembuluh darah vena. Selain cairan nutrisi, obat cair juga dapat dimasukkan melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Infuse Set<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk mempercepat pemulihan kondisi seseorang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><b><i>10. Pen Light<\/i><\/b><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dokter dalam prakteknya juga memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pen Light<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu instrumen yang sering digunakan untuk memeriksa daerah yang gelap pada pasien, seperti daerah rongga mulut, lubang dalam telinga, dan lainnya. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pen Light<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga sering disebut sebagai senter pena yang didalamnya telah dilengkapi dengan lampu kecil berbentuk lampu halogen mini atau biasa dikenal dengan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> LED lighting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan senter yang jangkauan cahayanya terbilang luas dan menyebar, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pen Light<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini dirancang khusus agar dapat menerangi suatu objek dengan lebih spesifik, namun fokusnya tidak dapat diragukan lagi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu dia 10 (sepuluh) peralatan medis rumah sakit yang dapat Anda jumpai di rumah sakit untuk menunjang para tenaga medis melakukan tugasnya memeriksa pasien. Alat medis ini berperan sangat penting untuk memastikan keberlangsungan rumah sakit dalam merawat kondisi pasien yang membutuhkan pertolongan.<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat ada di rumah sakit, klinik, atau fasilitas kesehatan, tentu Anda pernah melihat beberapa peralatan medis di rumah sakit yang digunakan oleh tenaga medis, baik dokter maupun suster untuk memeriksa dan menangani kondisi pasien. Bahkan, kadang-kadang peralatan medis rumah sakit ini juga ditempatkan di ruang IGD atau ruang utama pemeriksaan pasien. Semua alat medis rumah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1876,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[56],"tags":[],"countries":[50],"class_list":["post-1874","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles","countries-indonesia"],"blocksy_meta":[],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mursmedic.com\/tl\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1874","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mursmedic.com\/tl\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mursmedic.com\/tl\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mursmedic.com\/tl\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mursmedic.com\/tl\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1874"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/mursmedic.com\/tl\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1874\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2420,"href":"https:\/\/mursmedic.com\/tl\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1874\/revisions\/2420"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mursmedic.com\/tl\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1876"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mursmedic.com\/tl\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1874"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mursmedic.com\/tl\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1874"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mursmedic.com\/tl\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1874"},{"taxonomy":"countries","embeddable":true,"href":"https:\/\/mursmedic.com\/tl\/wp-json\/wp\/v2\/countries?post=1874"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}